APOTEKER SEBAGAI HEALTH INFLUENCER: EDUKASI OBAT DAN MISINFORMASI KESEHATAN DI FARMASI KOMUNITAS SYTEMATIC LITERATURE REVIEW

Authors

  • Cici Feronika Politeknik Nusantara Balikpapan
  • Gina Yustika Rijar Politeknik Nusantara Balikpapan
  • Vina Anasthasia Sagita Politeknik Nusantara Balikpapan

Keywords:

Apoteker, Edukasi Obat, Media Sosial, Health Influencer, misinformasi kesehatan

Abstract

Latar Belakang : Penyebaran misinformasi kesehatan melalui media sosial telah menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan global, termasuk Indonesia. Apoteker di komunitas farmasi memiliki posisi strategis sebagai tenaga kesehatan yang paling mudah diakses masyarakat, sehingga berpotensi besar berperan sebagai health influencer digital dalam edukasi obat dan penanggulangan misinformasi kesehatan. Tujuan : Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran apoteker sebagai influencer kesehatan dalam edukasi obat dan penanggulangan misinformasi kesehatan di komunitas farmasi, mengidentifikasi strategi komunikasi digital yang efektif, serta menguraikan penerapan kebijakan bagi pengembangan profesi apoteker. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, dan Wiley Online Library menggunakan kombinasi kata kunci terkait peran apoteker, media sosial, health influencer, edukasi obat, dan misinformasi kesehatan. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi (tahun 2016–2026, teks penuh, berbahasa Inggris atau Indonesia, artikel penelitian asli) dijelaskan secara tematik. Hasil : Dari 1.847 artikel yang ditemukan, sebanyak 45 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Lima tema utama teridentifikasi: (1) apotek peraner sebagai edukator digital; (2) media sosial sebagai sarana edukasi obat; (3) peningkatan literasi kesehatan masyarakat; (4) strategi penanggulangan misinformasi kesehatan; dan (5) tantangan dan tantangan implementasi. Temuan menunjukkan bahwa kehadiran apoteker di platform digital secara signifikan meningkatkan kualitas informasi obat yang diterima masyarakat dan kepercayaan terhadap sumber informasi kesehatan formal. Kesimpulan : Komunitas Apoteker memiliki peran krusial yang belum dioptimalkan secara penuh sebagai health influencer digital. Diperlukan pelatihan kompetensi digital, kebijakan pendukung organisasi profesi, serta pengembangan kurikulum pendidikan farmasi yang mengintegrasikan komunikasi digital kesehatan.

References

1. Alkhateeb FM, Doucette WR. Influences on physicians’ adoption of electronic detailing (e-detailing). Inform Health Soc Care. 2009 Jan 12;34(1):39–52. doi:10.1080/17538150902779402

2. Moorhead SA, Hazlett DE, Harrison L, Carroll JK, Irwin A, Hoving C. A new dimension of health care: Systematic review of the uses, benefits, and limitations of social media for health communication. Journal of Medical Internet Research. JMIR Publications Inc.; 2013. doi:10.2196/jmir.1933 PubMed PMID: 23615206.

3. Kemp S. DIGITAL 2023: Global Overview Report. 2023.

4. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Survei Profil Internet Indonesia 2023. Jakarta; 2023.

5. Suarez-Lledo V, Alvarez-Galvez J. Prevalence of health misinformation on social media: Systematic review. Journal of Medical Internet Research. JMIR Publications Inc.; 2021. doi:10.2196/17187 PubMed PMID: 33470931.

6. Maidment ID, Lawson S, Wong G, Booth A, Watson A, McKeown J, et al. Medication management in older people: the MEMORABLE realist synthesis. Health Services and Delivery Research. 2020 Jun;8(26):1–128. doi:10.3310/hsdr08260

7. World Health Organization. Managing the COVID-19 infodemic: Promoting healthy behaviours and mitigating the harm from misinformation and disinformation. 2020.

8. Bridgeman PJ, Bridgeman MB, Barone J. Thought leaders and social media in pharmacy education. Am J Pharm Educ. 2020;84(3):7856.

9. Memon AM, Shaikh SI, Memon S. The role of YouTube in medication information: a qualitative approach. J Pharm Health Serv Res. 2020;95–101.

10. Cuan-Baltazar JY, Muñoz-Perez MJ, Robledo-Vega C, Pérez-Zepeda MF, Soto-Vega E. Misinformation of COVID-19 on the internet: Infodemiology study. JMIR Public Health Surveill. 2020 Apr 1;6(2). doi:10.2196/18444 PubMed PMID: 32250960.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Feronika, C., Gina Yustika Rijar, & Vina Anasthasia Sagita. (2026). APOTEKER SEBAGAI HEALTH INFLUENCER: EDUKASI OBAT DAN MISINFORMASI KESEHATAN DI FARMASI KOMUNITAS SYTEMATIC LITERATURE REVIEW. Jurnal Ilmiah Kesehatan BPI, 10(2), 9–20. Retrieved from https://jik.ubpi.ac.id/apps/Kesehatan/article/view/277